Jumat, 17 Juni 2011

Muslim Inspiratif


 
Dalam menjalin hubungan dan kerjasama dengan orang lain, pertanyaan yang sering muncul adalah apa manfaat atau keuntungan yang akan diperoleh. Sebaliknya, tidak banyak yang menyiapkan manfaat dan keuntungan apa yang akan diberikan dalam bekerjasama. Karena itu, ada beberapa tipe orang berdasarkan tujuannya menjalin hidup bersama dengan orang lain.
Tipe yang pertama orang yang hidup untuk memuaskan diri sendiri. Barang kali tidak sulit dijumpai dalam tata pergaulan sosial sehari-hari. Indikasi terpenting orang yang tergolong kedalam tipe ini adalah keengganan memberikan kemampuan dan keahliannya untuk kemajuan lingkungan sosialnya. Sekurang-kurangnya orang tipe pertama ini cenderung apatis dalam segenap aktivitas sosial yang non-profit. Tipe ini melihat setiap aktivitas dalam bingkai traksaksional, setiap aktivitas digerakkan oleh keuntungan secara pribadi baik yang bersifat financial, material, dan moral-spiritual.
Kedua, orang yang menempatkan diri secara subordinate bagi orang lain. Maksudnya, keterlibatan dalam berbagai aktivitas diletakkan dalam kerangka keuntungan diri sendiri dan bersama. Meningkat sedikit dari tipe yang pertama, yaitu tipe kedua ini biasanya tipe ini bersikap pasif bukan proaktif, menunggu digerakkan bukan berinisiatif menggerakkan orang lain dalam membangun masyarakat dan lingkungannya. Spirit fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) tidak sedikitpun melekat dalam semangat hidupnnya. Ada kesadaran tentang pentingnya hidup bersama tetapi kesadaran itu tidak kunjung diteruskan dalam bentuk tindakan nyata kecuali ada orang yang menyentak kesadarannya.
Berbeda dengan dua tipe sebelumnya, tipe yang ketiga adalah orang yang selalu berada di depan dalam aktivitas untuk kemajuan di masyarakat dan lingkungannya. Segenap pengetahuan, kemampuan, kekuasaan, dan keahliannya selalu dikaitkan dengan realitas sehari-hari di masyarakatnya. Secara proaktif, mengajak, menunjukkan, dan berinisiatif menggerakkan diri dan orang di sekitarnya untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
Orang yang semacam itu akan selalu memberi inspirasi orang lain melakukan tindakan-tindakan positif dan produktif. Hal ini selaras dengan apa yang dikatakan Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa yang menunjukkan pada kebaikan, baginya pahala seperti orang mengerjakannya“ (HR. Malik). Hadis ini mendorong supaya kaum muslim saling menunjukkan dan mengingatkan untuk berbuat baik serta memberi inspirasi orang melakukan perbaikan. Inilah muslim inspiratif, yaitu orang yang penuh dengan semangat memberi dorongan dan menggairahkan orang lain dalam kebaikan.
Muslim inspiratif digerakkan oleh semangat dan panggilan nurani untuk memperbaiki masyarakat dan lingkungannya. Setiap orang bisa memberi inspirasi kabaikan bagi orang lain sesuai dengan kedudukan dan kemampuan masing-masing. Seorang pemimpin menjadi inspirator karena sikap adilnya terhadap rakyat, seorang pegawai dan pekerja menjadi inspirator karena kejujuran dan ketulusannya, buruh miskin menjadi inspirator karena semangat berkerjanya, dan seterusnya.
Muslim inspiratif berarti kehadirannya memberi manfaat orang lain. Keberadaannya membuat orang lain senang, dan orang lain merindukan jika ia tidak ada. Kehadiran dinantikan tatkala jauh, disambut hangat di kala dekat. Barang kali, itu juga maksud sabda Rasulullah SAW: ”Sebaik-baik orang adalah yang bermafaat (inspiratif) bagi orang lain”. (Sumber: Solopos, Jumat 17 Juni 2011)

Tidak ada komentar: